Home » , » Kumpulan Puisi Cinta Terbaru

Kumpulan Puisi Cinta Terbaru

Written By Ahmad Bahrul Ulum on Saturday, 2 February 2013 | 22:01


Kumpulan Puisi Cinta Terbaru
Kumpulan Puisi Tentang Cinta Terbaru.


Sempurna

Ku pinjamkan mata di malam hari.
Kau buka hati saat kau butuhkan kasih dariku.
Ku berikan segalanya.
Hanya untuk membuktikan.
Bahwa aku sangat mencintaimu.

Cerahnya mentari.
Berwarna kuning terang.
Melukiskan dirimu.
Yang sempurna di mataku.

==================================================================

Cinta Semu

Maafkanlah diriku.
Yang selama ini.
Membiarkan dirimu.
Merasakan sebuah cinta semu.

Kau tak bisa mencintai.
Dan menyayangimu seutuhnya.
Karena diriku masih menyayanginya.
Dan menyayangi dirinya.

Namun ku telah berusaha.
Untuk mencintaimu.
Tapi tetap saja ku tak bisa.
Dan tak kan pernah bisa.

Chayank....
Maafkanlah diriku.
Karena kau telah merasakan.
Cinta yang semu dariku.

==================================================================

Perasaan

Bagaikan banjir bergelombang.
Bagaikan topan menderuh.
Demi rasaku ini.
Datang silih berganti.

Mengalir, menimbun, mengepung, mensdesak.
Seakan sukma menusuk tubuh.
Semanis sejuknya embun.
Tiupan angin nan merdu.

Kau menjelma secantik juwita.
Dalam tubuh kau berbakti.
Dalam dadamu.
Kau bagikan mutiara.

==================================================================

Sesal

Taman itu pernah indah.
Punya mimpi dan berjuta harapan.
Kumbang itu peranah bertanya padaku.
Menghampiriku di tengah.
Birunya awan lepas.

Mampukah aku memberi kumbang itu.
Mawar indah..?

Kini taman itu tinggal kenangan.
Aku tak mampu memberikan mawar indah.
Untuk kumbangku.
Bungaku telah layu.

Dan kini... aku telah rela.
Jika kini... kumbangku lebih memilih.
Taman indah yang lain.
Dengan kesempurnaan yang dimilikinya.

==================================================================

Menemani Rindumu

Cintaku berlekuk tujuh.
Seperti keris yang tajam mengarah padaku.
Bukalah hatimu, sayang.
Biarkan cintaku bermukim di sana.
Menemanirindumu dan.
Berjuata harapan.
Yang takkan pernah berpaling.

Janganlah kamu mengusiknya.
Biarkan ia luruh.
Bersama matimu.
Sepertiku yang tiada bosan.
Menunggu satu jawabmu.

==================================================================

Harapan Kandas

Sejenak kusadar harapanku mulai hilang.
Ketika kau hancurkan kepercayaan yang ku berikan.
Dalam pertemuan ku harapkan dari mu.
Tuk menjaga kesetiaan.

Mungkin semua itu hanya harapan.
Yang takkan ku dapat darimu.
Harapan yang tinggi kenangan.
Yang kini hanya bisa ku kenang.

Dalam hatiku menyesal.
Telah memberiakmu harapan.
Dan kepercayaan.
Terima kasih untuk engkau.
Yang telah memberikanku kepalsuan.

==================================================================

Penantian Yang Pupus

Sekejap ku menutup mata.
Berharap ku gapai semua kenangan indah bersamamu.
Kau yang ku nanti.
Kau pula yang ku sayang.
Teringat dalam benak akan eloknya parasmu.
Yang selalu terbayang.

Tapi.... kini kau telah pergi meninggalkanku.
Meninggalakan semua cerita kita.
Kenangan yang ku punya bahwa.
Kau sangatlah berarti bagiku.

==================================================================

Cinta Terlarang

Sesak yang ku alami saat ini.
Tak ada yang merestui.
Bila ku jatuh cinta padaanya.

Ku tak terima semua ini.
Kecewa yang kurasakan.
Kepedihan yang menyelimuti relung hatiku.
Sungguh tak kusangka.
Ku tak menggerti dengan semua ini.

Cintaku.... cintaku adalah.
Cinta yang terlarang.



"SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT BAGI SOBAT"

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda tentang artikel ini,
Adapun peraturan berkomentar di DUNIA ILMU, berikut ini :

1. Tidak boleh memasang link hidup saat berkomentar (LIVE LINK)
2. Tidak boleh komentar SPAM
3. Tidak boleh berkomentar dengan tujuan untuk PROMOSI
4. Tidak boleh berkomentar yang mengandung unsur SARA, porno, judi dll.
5. Berbicaralah dengan sopan dan tidak saling mencaci.

Terima kasih...

Recommendation


 
Support : DUNIA ILMU | Service Computer | KOLEKSI MUSIC
Copyright © 2013. DUNIA ILMU - All Rights Reserved
Template Created by DUNIA ILMU Published by AHMAD BAHRUL ULUM
Proudly powered by Blogger